Microsoft memperkenalkan teknologi baru yang dinamakan Xbox SmartGlass. Ini merupakan fitur "layar kedua", yang memungkinkan penggunanya menjadikan smartphone atau tablet untuk terintegrasi dengan layar televisi, menjadicontroller dalam bermain game Xbox, jugaremote control dalam browsing internet.
Selintas, ini mirip dengan teknologi AirPlay yang sudah terlebih dulu digunakan Apple di perangkat berbasis iOS. Bedanya, ini bisa digunakan juga di perangkat iOS, Android, dan tentu saja Windows Phone. Microsoft juga memadukan teknologi ini dengan perangkat Kinect.
Dalam acara Microsoft E3, Microsoft pun memperlihatkan cara kerja Xbox SmartGlass untuk bermain game di konsol Xbox. SmartGlass terlihat mudah digunakan dalam salah satu permainan football, hingga permainan first person shooter seperti "Halo 4".
Saat digunakan sebagai remote control, tentu ini menjadikan tablet dansmartphone serupa mouse/keyboard, dan televisi sebagai layar monitor. Anda pun bisa mengatur film yang Anda tonton, seperti flash forward atau rewind.
Dengan memadukan game dan hiburan, tentu ini menjadi perangkat elektronik yang dinanti. Tapi belum diketahui kapan Microsoft akan merilis Xbox Smartglass secara resmi ke pasaran.
Selasa, 05 Juni 2012
Minggu, 25 Maret 2012
10 Tempat Terlarang di Google Maps
Aplikasi Google Maps menjadikan semua orang di dunia lebih mudah untuk bisa melihat seluruh tempat di bumi dari sudut pandang satelit. Tapi siapa sangka jika ada 10 tempat yang terlarang untuk dilihat di Google Maps?
Menurut situs teknologi Mashable, Minggu 25 Maret 2012, ada berbagai pertimbangan kenapa kesepuluh lokasi ini tidak boleh terlihat di Google Maps.
Menurut Deanna Yick, gambar satelit, aerial di Google Earth dan Google Maps didapat dari berbagai sumber komersial dan publik. Namun, ada ketentuan di mana mereka harus mengikuti hukum yang berlaku di negara masing-masing tempat mereka beroperasi.
"Jadi ada beberapa tempat yang dibuat buram, kemudian baru mereka berikan image tersebut pada kami," kata Deanna Yick.
Seperti yang terjadi ketika pertama kali diluncurkan adalah gambar Gedung Putih dan Capitol Building di Washington, Amerika Serikat.
Berikut daftar 10 tempat yang tidak bisa dilihat di Google Maps:
1. The Royal Palace of Amsterdam, Belanda
Ini adalah lokasi tempat tinggal kerajaan Belanda. Beberapa tempat tinggal anggota kerajaan Belanda lain, bernaam Huis ten Bosch, juga dibuat buram.
2. Buffalo Niagara International Airport
Lokasi ini dibuat sulit dilihat detailnya karena sangat putih atau terang di Google Maps.
3. Tantauco National Park, Chile
Taman nasional ini hanya bisa dilihat dengan bentuk penanda dari jauh di Google Maps.
4. Keowee Dam, South Carolina, Amerika Serikat
Waduk buatan ini dibuat buram oleh Google Maps. Berbentuk mirip pohon Natal, waduk ini menjadi pusat pembangkit listrik untuk perusahaan Duke Energy.
5. Sebuah tempat di Rusia
Belum diketahui pasti mengapa dan apa lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps. Namun ditengarai tempat ini adalah situs militer Rusia di wilayah padang rumput Siberia, Rusia.
6. Bandara Minami Torishima, Jepang
Ini merupakan bandara dengan satu landasan pacu yang terletak di timur Jepang. Di Google Maps, lokasi ini dibuat buram dengan warna putih. Saat ini, lokasi itu dikabarkan digunakan sebagai lokasi pelatihan pasukan khusus angkatan laut Jepang.
7. The Michael Aaf Building, Utah, Amerika Serikat
Gedung Michael Aaf ini dibuat buram dengan warna putih, kemungkinan terbesar untuk alasan keamanan. Ditengarai lokasi ini merupakan tempat militer melakukan tes sistem senjata biologi dan kimia.
8. Cornell University Combined Heat and Power Plant, New York, Amerika Serikat
Lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps ini merupakan tempat berteknologi tinggi, juga menggunakan listrik dari gas alami sebagai cara universitas ini mengurangi emisi karbondioksida.
9. Babylon, Irak
Dibuat tidak bisa melihat detailnya, lokasi ini terlihat seperti lokasi pertanian.
Menurut Deanna Yick, gambar satelit, aerial di Google Earth dan Google Maps didapat dari berbagai sumber komersial dan publik. Namun, ada ketentuan di mana mereka harus mengikuti hukum yang berlaku di negara masing-masing tempat mereka beroperasi.
"Jadi ada beberapa tempat yang dibuat buram, kemudian baru mereka berikan image tersebut pada kami," kata Deanna Yick.
Seperti yang terjadi ketika pertama kali diluncurkan adalah gambar Gedung Putih dan Capitol Building di Washington, Amerika Serikat.
Berikut daftar 10 tempat yang tidak bisa dilihat di Google Maps:
1. The Royal Palace of Amsterdam, Belanda
Ini adalah lokasi tempat tinggal kerajaan Belanda. Beberapa tempat tinggal anggota kerajaan Belanda lain, bernaam Huis ten Bosch, juga dibuat buram.
2. Buffalo Niagara International Airport
Lokasi ini dibuat sulit dilihat detailnya karena sangat putih atau terang di Google Maps.
3. Tantauco National Park, Chile
Taman nasional ini hanya bisa dilihat dengan bentuk penanda dari jauh di Google Maps.
4. Keowee Dam, South Carolina, Amerika Serikat
Waduk buatan ini dibuat buram oleh Google Maps. Berbentuk mirip pohon Natal, waduk ini menjadi pusat pembangkit listrik untuk perusahaan Duke Energy.
5. Sebuah tempat di Rusia
Belum diketahui pasti mengapa dan apa lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps. Namun ditengarai tempat ini adalah situs militer Rusia di wilayah padang rumput Siberia, Rusia.
6. Bandara Minami Torishima, Jepang
Ini merupakan bandara dengan satu landasan pacu yang terletak di timur Jepang. Di Google Maps, lokasi ini dibuat buram dengan warna putih. Saat ini, lokasi itu dikabarkan digunakan sebagai lokasi pelatihan pasukan khusus angkatan laut Jepang.
7. The Michael Aaf Building, Utah, Amerika Serikat
Gedung Michael Aaf ini dibuat buram dengan warna putih, kemungkinan terbesar untuk alasan keamanan. Ditengarai lokasi ini merupakan tempat militer melakukan tes sistem senjata biologi dan kimia.
8. Cornell University Combined Heat and Power Plant, New York, Amerika Serikat
Lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps ini merupakan tempat berteknologi tinggi, juga menggunakan listrik dari gas alami sebagai cara universitas ini mengurangi emisi karbondioksida.
9. Babylon, Irak
Dibuat tidak bisa melihat detailnya, lokasi ini terlihat seperti lokasi pertanian.
10. Vlissingen, Belanda
Lokasi markas angkatan darat dan udara Belanda ini dibuat tampak seperti pixel-pixel besar yang tidak memungkinkan orang untuk melihat detail lokasi daerah ini.
Rabu, 29 Februari 2012
NASA: Asteroid Ancam Tabrak Bumi pada 2040
Jika itu terjadi, memang tak sampai kiamat, tapi jutaan orang dikhawatirkan tewas.
Belum lagi pasti, apakah Bumi akan selamat dari asteroid Apophis, yang menurut para ilmuwan Rusia bakal menabrak Bumi pada 13 April 2036, ancaman baru muncul.
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi sebuah batu angkasa yang memiliki peluang untuk menyenggol Bumi. Besarnya 460 kaki atau 140 meter. Identifikasi NASA menyebut, asteroid yang dinamai 2011 AG5 berpeluang menabrak Bumi pada 5 Februari 2040.
Seperti dimuat Daily Mail, 28 Februari 2012, keberadaan asteroid ini bahkan menjadi perhatian tim aksi objek dekat Bumi bentukan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), yang mulai membahas bagaimana cara untuk mengalihkan orbit batu raksasa ini agar tak menyenggol Bumi. Agar tak membahayakan umat manusia.
Berdasarkan perhitungan NASA yang disampaikan Donald Yeomans, Kepala Program Observasi Obyek Dekat Bumi di Laboratorium Jet Propulsion, peluang asteroid itu bersenggolan dengan Bumi adalah 1:625, prediksi yang bisa terus berubah, seiring pergerakannya yang terus berubah. "Untungnya, obyek ini akan bisa diamati dari tanah dalam interval 2013-2016," kata dia.
Meski tak akan menyebabkan kiamat dan memusnahkan umat manusia, skrenario terburuknya, jika benda langit itu menabrak sebuah kota, niscaya jutaan nyawa akan melayang.
Sebagai perbandingan, asteroid yang menjadi pemicu musnahnya spesies Dinosaurus 65 juta tahun lalu, sembilan mil lebih lebar dari ukuran 2011 AG5.
Sejauh ini, para ilmuwan masih meraba-raba, mencari tahu sifat pergerakan asteroid itu. Para ahli baru bisa memperkirakan ukurannya, mereka baru bisa mengamati setengah orbitnya.
Baru antara tahun 2013 dan 2016, para astronom akan bisa memonitor 2011 AG5 dari tanah, yang jadi modal untuk membuat penilaian yang lebih rinci.
Pada 2023, asteroid ini akan "lolos dari lubang kunci" ke Bumi -- di area yang melewati orbit, sebelum ia akhirnya menabrak Bumi.
Menurut Laboratorium Jet Propulsion NASA, momentum akan berada dalam 0.02 unit astronomi dari planet kita, atau sekitar 1,86 juta mil.
Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari petaka?
NASA mengatakan, di antara opsi penyelamatan Bumi adalah dengan mengirimkan pesawat ke asteroid tersebut yang bisa memberi efek grafitasi, untuk mengarahkan 2011 AG5 menjauh dari bumi, selama jutaan tahun cahaya.
Opsi lain, adalah dengan mengirim satelit dan menabrakkannya ke asteroid tersebut.
Penggunaan senjata nuklir juga didiskusikan. Namun, dikhawatirkan, alih-alih menyelesaikan masalah, nuklir justru menciptakan hujan batu yang mengarah ke Bumi.
Sementara, seperti dimuat SPACE.com, asteroid ini ditemukan pada Januari 2011 oleh observatorium Mount Lemmon Survey di Tucson, Arizona.
"2011 AG5 adalah obyek yang saat ini memiliki kesempatan tertinggi menabrak Bumi, di 2040. Namun, kita hanya mengamatinya selama sekitar setengah orbit, sehingga presisi perhitungan ini masih tidak terlalu tinggi," kata Detlef Koschny dari Divisi Tata Surya Badan Angkasa Eropa
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi sebuah batu angkasa yang memiliki peluang untuk menyenggol Bumi. Besarnya 460 kaki atau 140 meter. Identifikasi NASA menyebut, asteroid yang dinamai 2011 AG5 berpeluang menabrak Bumi pada 5 Februari 2040.
Seperti dimuat Daily Mail, 28 Februari 2012, keberadaan asteroid ini bahkan menjadi perhatian tim aksi objek dekat Bumi bentukan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), yang mulai membahas bagaimana cara untuk mengalihkan orbit batu raksasa ini agar tak menyenggol Bumi. Agar tak membahayakan umat manusia.
Berdasarkan perhitungan NASA yang disampaikan Donald Yeomans, Kepala Program Observasi Obyek Dekat Bumi di Laboratorium Jet Propulsion, peluang asteroid itu bersenggolan dengan Bumi adalah 1:625, prediksi yang bisa terus berubah, seiring pergerakannya yang terus berubah. "Untungnya, obyek ini akan bisa diamati dari tanah dalam interval 2013-2016," kata dia.
Meski tak akan menyebabkan kiamat dan memusnahkan umat manusia, skrenario terburuknya, jika benda langit itu menabrak sebuah kota, niscaya jutaan nyawa akan melayang.
Sebagai perbandingan, asteroid yang menjadi pemicu musnahnya spesies Dinosaurus 65 juta tahun lalu, sembilan mil lebih lebar dari ukuran 2011 AG5.
Sejauh ini, para ilmuwan masih meraba-raba, mencari tahu sifat pergerakan asteroid itu. Para ahli baru bisa memperkirakan ukurannya, mereka baru bisa mengamati setengah orbitnya.
Baru antara tahun 2013 dan 2016, para astronom akan bisa memonitor 2011 AG5 dari tanah, yang jadi modal untuk membuat penilaian yang lebih rinci.
Pada 2023, asteroid ini akan "lolos dari lubang kunci" ke Bumi -- di area yang melewati orbit, sebelum ia akhirnya menabrak Bumi.
Menurut Laboratorium Jet Propulsion NASA, momentum akan berada dalam 0.02 unit astronomi dari planet kita, atau sekitar 1,86 juta mil.
Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari petaka?
NASA mengatakan, di antara opsi penyelamatan Bumi adalah dengan mengirimkan pesawat ke asteroid tersebut yang bisa memberi efek grafitasi, untuk mengarahkan 2011 AG5 menjauh dari bumi, selama jutaan tahun cahaya.
Opsi lain, adalah dengan mengirim satelit dan menabrakkannya ke asteroid tersebut.
Penggunaan senjata nuklir juga didiskusikan. Namun, dikhawatirkan, alih-alih menyelesaikan masalah, nuklir justru menciptakan hujan batu yang mengarah ke Bumi.
Sementara, seperti dimuat SPACE.com, asteroid ini ditemukan pada Januari 2011 oleh observatorium Mount Lemmon Survey di Tucson, Arizona.
"2011 AG5 adalah obyek yang saat ini memiliki kesempatan tertinggi menabrak Bumi, di 2040. Namun, kita hanya mengamatinya selama sekitar setengah orbit, sehingga presisi perhitungan ini masih tidak terlalu tinggi," kata Detlef Koschny dari Divisi Tata Surya Badan Angkasa Eropa
Selasa, 10 Januari 2012
Satelit Ruang Angkasa Rusia Disabotase?
Sejumlah kegagalan terakhir Rusia dalam meluncurkan satelit ruang angkasa mereka kemungkinan merupakan akibat dari sabotase pihak asing. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Vladimir Popovkin, Kepala Russian Federal Space Agency (Roscosmos), dan tampaknya ditujukan pada Amerika Serikat.
Popovkin memang tidak menuduh negara tertentu secara spesifik yang telah merusak satelit mereka. Namun dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat Rusia mengalami malfungsi ‘yang tidak bisa dijelaskan’ saat mereka terbang di belahan bumi lain, di luar jangkauan fasilitas pelacak mereka.
Popovkin mengungkapkan tuduhan itu saat menjelaskan kegagalan satelit Phobos-Ground, proyek senilai US$170 juta (Rp1,55 triliun) yang misinya adalah menjelajahi Phobos, salah satu dari dua bulan milik Mars yang terdampar saat mengorbit Bumi setelah diluncurkan, 9 November lalu.
Teknisi di badan antariksa Rusia dan European Space Agency pun gagal mengembalikan pesawat ruang angkasa itu ke jalur seharusnya ke Mars, dan diperkirakan ia akan jatuh kembali ke Bumi pada 15 Januari mendatang.
“Teknologi modern membuat pesawat ruang angkasa menjadi rapuh terhadap pengaruh asing,” kata Popovkin, dikutip dari MSNBC, 11 Januari 2012. “Saya tidak ingin menuduh siapapun, tetapi saat ini banyak kekuatan yang mampu mengganggu pesawat ruang angkasa, dan penggunaan alat ini tidak bisa diabaikan,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Alexei Kuznetsov menolak membahas komentar Popovkin yang merupakan pertama kalinya seorang pejabat resmi pemerintah Rusia melontarkan tuduhan bahwa pihak asing telah menyabotase salah satu satelit milik negeri tersebut.
Popovkin memang tidak menuduh negara tertentu secara spesifik yang telah merusak satelit mereka. Namun dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat Rusia mengalami malfungsi ‘yang tidak bisa dijelaskan’ saat mereka terbang di belahan bumi lain, di luar jangkauan fasilitas pelacak mereka.
Popovkin mengungkapkan tuduhan itu saat menjelaskan kegagalan satelit Phobos-Ground, proyek senilai US$170 juta (Rp1,55 triliun) yang misinya adalah menjelajahi Phobos, salah satu dari dua bulan milik Mars yang terdampar saat mengorbit Bumi setelah diluncurkan, 9 November lalu.
Teknisi di badan antariksa Rusia dan European Space Agency pun gagal mengembalikan pesawat ruang angkasa itu ke jalur seharusnya ke Mars, dan diperkirakan ia akan jatuh kembali ke Bumi pada 15 Januari mendatang.
“Teknologi modern membuat pesawat ruang angkasa menjadi rapuh terhadap pengaruh asing,” kata Popovkin, dikutip dari MSNBC, 11 Januari 2012. “Saya tidak ingin menuduh siapapun, tetapi saat ini banyak kekuatan yang mampu mengganggu pesawat ruang angkasa, dan penggunaan alat ini tidak bisa diabaikan,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Alexei Kuznetsov menolak membahas komentar Popovkin yang merupakan pertama kalinya seorang pejabat resmi pemerintah Rusia melontarkan tuduhan bahwa pihak asing telah menyabotase salah satu satelit milik negeri tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)