Selasa, 05 Juni 2012

Smartphone Bisa Dipakai Jadi Controller Xbox

Microsoft memperkenalkan teknologi baru yang dinamakan Xbox SmartGlass. Ini merupakan fitur "layar kedua", yang memungkinkan penggunanya menjadikan smartphone atau tablet untuk terintegrasi dengan layar televisi, menjadicontroller dalam bermain game Xbox, jugaremote control dalam browsing internet.

Selintas, ini mirip dengan teknologi AirPlay yang sudah terlebih dulu digunakan Apple di perangkat berbasis iOS. Bedanya, ini bisa digunakan juga di perangkat iOS, Android, dan tentu saja Windows Phone. Microsoft juga memadukan teknologi ini dengan perangkat Kinect.

Dalam acara Microsoft E3, Microsoft pun memperlihatkan cara kerja Xbox SmartGlass untuk bermain game di konsol Xbox. SmartGlass terlihat mudah digunakan dalam salah satu permainan football, hingga permainan first person shooter seperti "Halo 4".

Saat digunakan sebagai remote control, tentu ini menjadikan tablet dansmartphone serupa mouse/keyboard, dan televisi sebagai layar monitor. Anda pun bisa mengatur film yang Anda tonton, seperti flash forward atau rewind

Dengan memadukan game dan hiburan, tentu ini menjadi perangkat elektronik yang dinanti. Tapi belum diketahui kapan Microsoft akan merilis Xbox Smartglass secara resmi ke pasaran.

Minggu, 25 Maret 2012

10 Tempat Terlarang di Google Maps


 Aplikasi Google Maps menjadikan semua orang di dunia lebih mudah untuk bisa melihat seluruh tempat di bumi dari sudut pandang satelit. Tapi siapa sangka jika ada 10 tempat yang terlarang untuk dilihat di Google Maps?
Menurut situs teknologi Mashable, Minggu 25 Maret 2012, ada berbagai pertimbangan kenapa kesepuluh lokasi ini tidak boleh terlihat di Google Maps.

Menurut Deanna Yick, gambar satelit, aerial di Google Earth dan Google Maps didapat dari berbagai sumber komersial dan publik. Namun, ada ketentuan di mana mereka harus mengikuti hukum yang berlaku di negara masing-masing tempat mereka beroperasi.

"Jadi ada beberapa tempat yang dibuat buram, kemudian baru mereka berikan image tersebut pada kami," kata Deanna Yick.

Seperti yang terjadi ketika pertama kali diluncurkan adalah gambar Gedung Putih dan Capitol Building di Washington, Amerika Serikat.

Berikut daftar 10 tempat yang tidak bisa dilihat di Google Maps:

1. The Royal Palace of Amsterdam, Belanda
Ini adalah lokasi tempat tinggal kerajaan Belanda. Beberapa tempat tinggal anggota kerajaan Belanda lain, bernaam Huis ten Bosch, juga dibuat buram.

2. Buffalo Niagara International Airport
Lokasi ini dibuat sulit dilihat detailnya karena sangat putih atau terang di Google Maps.

3. Tantauco National Park, Chile
Taman nasional ini hanya bisa dilihat dengan bentuk penanda dari jauh di Google Maps.

4. Keowee Dam, South Carolina, Amerika Serikat
Waduk buatan ini dibuat buram oleh Google Maps. Berbentuk mirip pohon Natal, waduk ini menjadi pusat pembangkit listrik untuk perusahaan Duke Energy.

5. Sebuah tempat di Rusia
Belum diketahui pasti mengapa dan apa lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps. Namun ditengarai tempat ini adalah situs militer Rusia di wilayah padang rumput Siberia, Rusia.

6. Bandara Minami Torishima, Jepang
Ini merupakan bandara dengan satu landasan pacu yang terletak di timur Jepang. Di Google Maps, lokasi ini dibuat buram dengan warna putih. Saat ini, lokasi itu dikabarkan digunakan sebagai lokasi pelatihan pasukan khusus angkatan laut Jepang.

7. The Michael Aaf Building, Utah, Amerika Serikat


Gedung Michael Aaf ini dibuat buram dengan warna putih, kemungkinan terbesar untuk alasan keamanan. Ditengarai lokasi ini merupakan tempat militer melakukan tes sistem senjata biologi dan kimia.

8. Cornell University Combined Heat and Power Plant, New York, Amerika Serikat


Lokasi yang dibuat buram oleh Google Maps ini merupakan tempat berteknologi tinggi, juga menggunakan listrik dari gas alami sebagai cara universitas ini mengurangi emisi karbondioksida.

9. Babylon, Irak


Dibuat tidak bisa melihat detailnya, lokasi ini terlihat seperti lokasi pertanian.

10. Vlissingen, Belanda


Lokasi markas angkatan darat dan udara Belanda ini dibuat tampak seperti pixel-pixel besar yang tidak memungkinkan orang untuk melihat detail lokasi daerah ini.

Rabu, 29 Februari 2012

NASA: Asteroid Ancam Tabrak Bumi pada 2040


Jika itu terjadi, memang tak sampai kiamat, tapi jutaan orang dikhawatirkan tewas.


 Belum lagi pasti, apakah Bumi akan selamat dari asteroid Apophis, yang menurut para ilmuwan Rusia bakal menabrak Bumi pada 13 April 2036, ancaman baru muncul.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi sebuah batu angkasa yang memiliki peluang untuk menyenggol Bumi. Besarnya 460 kaki atau 140 meter. Identifikasi NASA menyebut, asteroid yang dinamai 2011 AG5 berpeluang menabrak Bumi pada 5 Februari 2040.

Seperti dimuat Daily Mail, 28 Februari 2012,  keberadaan asteroid ini bahkan menjadi perhatian tim aksi objek dekat Bumi bentukan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), yang mulai membahas bagaimana cara untuk mengalihkan orbit batu raksasa ini agar tak menyenggol Bumi. Agar tak membahayakan umat manusia.

Berdasarkan perhitungan NASA yang disampaikan Donald Yeomans, Kepala Program Observasi Obyek Dekat Bumi di Laboratorium Jet Propulsion, peluang asteroid itu bersenggolan dengan Bumi adalah 1:625, prediksi yang bisa terus berubah, seiring pergerakannya yang terus berubah. "Untungnya, obyek ini akan bisa diamati dari tanah dalam interval 2013-2016," kata dia.

Meski tak akan menyebabkan kiamat dan memusnahkan umat manusia, skrenario terburuknya, jika benda langit itu menabrak sebuah kota, niscaya jutaan nyawa akan melayang.

Sebagai perbandingan, asteroid yang menjadi pemicu musnahnya spesies Dinosaurus 65 juta tahun lalu, sembilan mil lebih lebar dari ukuran 2011 AG5.

Sejauh ini, para ilmuwan masih meraba-raba, mencari tahu sifat pergerakan asteroid itu. Para ahli baru bisa memperkirakan ukurannya, mereka baru bisa mengamati setengah orbitnya.

Baru antara tahun 2013 dan 2016, para astronom akan bisa memonitor 2011 AG5 dari tanah, yang jadi modal untuk membuat penilaian yang lebih rinci.

Pada 2023, asteroid ini akan "lolos dari lubang kunci" ke Bumi -- di area yang melewati orbit, sebelum ia akhirnya menabrak Bumi.

Menurut Laboratorium Jet Propulsion NASA, momentum akan berada dalam 0.02 unit astronomi dari planet kita, atau sekitar 1,86 juta mil.

Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari petaka?

NASA mengatakan, di antara opsi penyelamatan Bumi adalah dengan mengirimkan pesawat ke asteroid tersebut yang bisa memberi efek grafitasi, untuk mengarahkan 2011 AG5 menjauh dari bumi, selama jutaan tahun cahaya.

Opsi lain, adalah dengan mengirim satelit dan menabrakkannya ke asteroid tersebut.

Penggunaan senjata nuklir juga didiskusikan. Namun, dikhawatirkan, alih-alih menyelesaikan masalah, nuklir justru menciptakan hujan batu yang mengarah ke Bumi.

Sementara, seperti dimuat SPACE.com, asteroid ini ditemukan pada Januari 2011 oleh observatorium Mount Lemmon Survey di Tucson, Arizona.

"2011 AG5 adalah obyek yang saat ini memiliki kesempatan tertinggi menabrak Bumi, di 2040. Namun, kita hanya mengamatinya selama sekitar setengah orbit, sehingga presisi perhitungan ini masih tidak terlalu tinggi," kata Detlef Koschny dari Divisi Tata Surya Badan Angkasa Eropa

Selasa, 10 Januari 2012

Satelit Ruang Angkasa Rusia Disabotase?

Sejumlah kegagalan terakhir Rusia dalam meluncurkan satelit ruang angkasa mereka kemungkinan merupakan akibat dari sabotase pihak asing. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Vladimir Popovkin, Kepala Russian Federal Space Agency (Roscosmos), dan tampaknya ditujukan pada Amerika Serikat.

Popovkin memang tidak menuduh negara tertentu secara spesifik yang telah merusak satelit mereka. Namun dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat Rusia mengalami malfungsi ‘yang tidak bisa dijelaskan’ saat mereka terbang di belahan bumi lain, di luar jangkauan fasilitas pelacak mereka.

Popovkin mengungkapkan tuduhan itu saat menjelaskan kegagalan satelit Phobos-Ground, proyek senilai US$170 juta (Rp1,55 triliun) yang misinya adalah menjelajahi Phobos, salah satu dari dua bulan milik Mars yang terdampar saat mengorbit Bumi setelah diluncurkan, 9 November lalu.

Teknisi di badan antariksa Rusia dan European Space Agency pun gagal mengembalikan pesawat ruang angkasa itu ke jalur seharusnya ke Mars, dan diperkirakan ia akan jatuh kembali ke Bumi pada 15 Januari mendatang.

“Teknologi modern membuat pesawat ruang angkasa menjadi rapuh terhadap pengaruh asing,” kata Popovkin, dikutip dari MSNBC, 11 Januari 2012. “Saya tidak ingin menuduh siapapun, tetapi saat ini banyak kekuatan yang mampu mengganggu pesawat ruang angkasa, dan penggunaan alat ini tidak bisa diabaikan,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Alexei Kuznetsov menolak membahas komentar Popovkin yang merupakan pertama kalinya seorang pejabat resmi pemerintah Rusia melontarkan tuduhan bahwa pihak asing telah menyabotase salah satu satelit milik negeri tersebut. 

Selasa, 11 Oktober 2011

Ditemukan, 'Anomali' Lain Segitiga Bermuda Ilmuwan AS menemukan, permukaan di wilayah Segitiga Bermuda ditutupi jutaan virus.

Segitiga Bermuda -- wilayah imajiner yang menghubungkan Puerto Rico, perairan Florida, dan Bermuda -- tenar karena imej mistisnya. Hal itu diperkuat fakta ratusan kapal dan pesawat menghilang di area itu. Meski akhirnya ditemukan, sejumlah kapal dalam keadaan kosong, tanpa kru dan penumpang yang menghilang misterius. Seorang penulis, Vincent Gaddis in 1964 berpendapat, ada anomali yang menjelaskan fenomena aneh tersebut. Namun, Segitiga Bermuda memperoleh ketenarannya pada 1974, saat Charles Berlitz menerbitkan  buku yang mempopulerkan Segitiga Bermuda sebagai 'Sea Devil' atau 'Laut Setan'.

Pasca itu, berbagai kelompok ilmuwan meneliti Segitiga Bermuda untuk menemukan anomali yang dianggap bertanggung jawab atas sekian kecelakaan aneh di sana. Namun tak ada satupun yang berhasil ditemukan. US Coast Guard bahkan menyajikan laporan yang menyebut, kejadian kapal lebih sering terjadi di Segitiga Bermuda dari wilayah lain, dikarenakan badai.

Pada tahun 1990-an, ketertarikan pada Segitiga Bermuda memudar. Namun, baru-baru ini, ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan 'anomali' lain di Segitiga Bermuda. Ini tak ada kaitannya dengan menghilangnya kapal atau pesawat.

Para ilmuwan Bermuda Institute of Oceanology yang dipimpin Professor Craig Carlson menemukan, permukaan air di kawasan itu dipenuhi berbagai macam virus. Kabar baiknya, virus itu tak mengancam manusia. Mereka hanya tertarik pada bakteri laut.

Temuan ini adalah hasil penelitian oseanografi di bagian barat laut Laut Sargasso -- yang berada dekat Segitiga Bermuda dan Pulau Bermuda -- selama sepuluh tahun.

Ilmuwan mengungkap, dinamika organisme mikroskopis itu terkait dengan musim. Contohnya, di musim panas, virus berlipat ganda di di lapisan air pada kedalaman 60 sampai 100 meter. Jumlah mereka bisa mencapai sepuluh juta partikel per satu tetes air. Di musim dingin, mereka tidak terdeteksi di permukaan, organisme itu memilih tinggal di lokasi yang lebih dalam.

Yang juga menarik, analisis para peneliti mengungkapkan, 90 persen dari DNA virus belum dikenal dalam ilmu pengetahuan. Mereka termasuk bakteriofag -- virus yang memangsa bakteri. Ilmuwan juga menemukan molekul organik bakteri mati di sekitar virus tersebut. Itu menjadikan permukaan air di kawasan tersebut kaya nutrisi. Ini berarti bahwa bakteriofag membentuk ekosistem mikroskopis di mana mereka tinggal.

Virus tersebut menciptakan 'kafetaria' di kawasan tersebut. Tak hanya menarik organisme plakton, tapi juga membuat Ikan paus dan lumba-lumba datang dan mencari makan di sana.

Para ilmuwan mengaku takjub dengan temuan yang mereka hasilkan. Sebab, sebelumnya mereka tak mengetahui peran virus ini dalam formasi ekosistem kelautan. Menurut ahli kelautan, virus laut kurang dipahami karena mereka sulit untuk ditangkap. Tapi sekarang jelas, mereka tak terhitung jumlahnya di semua lautan dan samudra.

"Jumlah mereka 95 persen dari total biomassa laut. Artinya, jumlah virus bahkan lebih besar dari kombinasi krill (sejenis udang kecil), ikan dan hewan yang lebih besar seperti ikan paus. Mengingat laju multiplikasi virus dan jumlah mereka, menjadi jelas betapa pentingnya peran mereka dalam siklus hara di planet ini," kata salah satu penulis, Dr Rachel Persons.

Meski penelitian dilakukan di Segitiga Bermuda -- lokasi unik di lautan -- para ahli yakin, dalam kasus ini tidak ada kelainan khusus untuk segitiga Bermuda. Virus juga ditemukan di sejumlah wilayah di lautan.

Segitiga Bermuda (NASA)

Dunia Arkeolog Temukan Kerangka Aneh 'Zombie' Dua kerangka ditemukan dalam kondisi tak biasa, batu besar dijejalkan ke mulut mereka.

Pengikut Voodoo meyakini keberadaan zombie, istilah lain dari mayat hidup. Konon, menurut kepercayaan mereka, manusia yang rohnya dicuri lewat cara perdukunan, akan dipekerjakan sebagai budak. Melalui gigitan, para zombie juga bisa menjadikan manusia lain menjadi sejenis mereka.
Keberadaan zombie tidak pernah terbukti secara ilmiah. Pada 2009 lalu, para ilmuwan dari University of Ottawa dan Carleton University menyelidiki fenomena penyebaran zombie dengan asumsi biologi: dalam bentuk virus atau wabah penyakit.

Namun, asumsi manusia di abad pertengahan jelas berbeda. Baru-baru ini para arkeolog menemukan dua kerangka yang berasal dari awal abad pertengahan di Irlandia--dengan batu besar terjepit di mulut mereka. Para arkeolog yakin, cara itu menunjukkan bukti ketakutan masyarakat, bahwa mayat itu akan bangkit kembali sebagai zombie.

Kerangka ditemukan dalam beberapa sesi penggalian selama tahun 2005-2009 di Kilteasheen, dekat Loch Key, oleh tim arkeolog yang dipimpin oleh Chris Read dari Institute of Technology of Sligo, Irlandia, dan Thomas Finan dari University of St. Louis.

Proyek ini berhasil mengangkat 137 kerangka, meski para ilmuwan yakin, masih ada ratusan hingga ribuan lain yang masih belum terangkat.

Cara penguburan yang menyimpang itu ditemukan pada dua kerangka pria. Keduanya dikuburkan dalam waktu berbeda, sekitar tahun 700-an Masehi.

Salah satu mayat pria diperkirakan berusia antara 40 sampai 60 tahun. Lainnya, masih muda, sekitar 20 hingga 30 tahun. Keduanya dibaringkan berdampingan, dengan batu sebesar bola bisbol dijejalkan ke dalam mulut mereka.

"Salah satunya terbaring dengan mata mendongak ke ke atas. Batu hitam besar didorong ke mulutnya," kata Chris Read. "Lainnya, ditemukan dengan kepala menengok ke samping, batu yang terjejal di mulutnya membuat lehernya terpelintir."

Tim arkeolog menduga, mereka menemukan pemakaman yang berkaitan dengan apa yang disebut sebagai "kematian hitam". Batu yang dijejalkan di mulut itu adalah bukti telah dilakukannya ritual pembunuhan vampir.

Awalnya, sempat terbersit dugaan, menjejalkan batu di mulut itu adalah cara masyarakat saat itu untuk mencegah penularan penyakit dari mayat tersebut. Namun, karena fenomena itu tidak muncul dalam cerita rakyat Eropa sampai pada tahun 1500-an, para arkeolog mengesampingkan teori itu. Mereka lalu mundur ke belakang, ke abad 8.
"Dalam kasus ini, batu di mulut diduga kuat digunakan untuk mencegah mayat bangkit kembali dari kubur," kata Chris Read.

Kedua mayat pria Irlandia itu bisa saja dianggap merupakan orang yang berbahaya--seperti musuh, pembunuh, pemerkosa, atau karena meninggal tiba-tiba akibat penyakit aneh atau dibunuh. Warga kala itu tampaknya khawatir mereka bisa bangkit kembali dan membahayakan masyarakat.

Mengapa mulut mereka disumpal batu?
"Mulut diyakini sebagai pintu bagi jiwa saat meninggalkan jasad saat kematian. Kadang, jiwa itu bisa kembali, atau roh jahat bisa masuk ke tubuh melalui mulut, dan membangkitkannya," katanya.

Makam 'Zombie' di Irlandia (lifeslittlemysteries.com)

Sains & Teknologi Terkuak, Rahasia Makam Kuno Suku Maya Makam itu sejatinya ditemukan pada 1999. Namun baru sekarang diketahui isi di dalamnya.

Apa isi sebuah makam kuno Suku Maya yang tertutup selama 1.500 tahun, akhirnya terkuak. Meski para peneliti tak bisa masuk ke dalamnya, dari celah yang besarnya tak seberapa, 15 x 15 sentimeter, kamera kecil dimasukkan --dan mengungkap rahasia di dalamnya.
Makam Suku Maya tampak luar

Makam tersebut berada di Palenque --sebuah komplek reruntuhan di negara bagian Chiapas, Meksiko.
Menurut National Institute of Anthropology and History (INAH), sejatinya makam tersebut ditemukan pada 1999 --berada di bawah sebuah bangunan yang dinamakan Kuil XX.

Namun, apa daya, para peneliti tak bisa masuk. Sebab, piramida yang ada di atas kamar makam tidak stabil. Tindakan nekat menerobos ke makam tersebut, dikhawatirkan justru akan merusak mural yang ada di dalamnya.

Kamera mengungkap, makam tersebut berbentuk kamar-kamar dicat merah darah, didekorasi dengan lukisan sembilan figur berwarna hitam. Ada tembikar, potongan batu giok, dan kerang. Lantai makam tampak ditutupi debu-debu hasil pelapukan batu selama ribuan tahun.
Makam Suku Maya 2

Lalu di mana jasad  yang dikubur? Meski tertutup debu, arkeolog Martha Cuevas menduga, giok dan kerang yang ditemukan di dalam makam bisa jadi bagian dari kostum jenazah.

Para peneliti berharap, temuan ini bisa menyingkap kehidupan awal penguasa Maya. Untuk diketahui, bangsa Maya yang maju diduga kuat membangun kuil di atas makam pendahulu mereka. "Ini memandu kami ke sebuah pemahaman, bahwa Acropolis Selatan digunakan sebagai pemakaman kerajaan saat itu," kata Cuevas.
Makam Suku Maya 1
Sementara itu, ahli epigrafi Maya dari University of Texas, Austin menduga itu adalah makam penguasa Palenque, seorang perempuan bernama Ix Yohl Ik'nal --dugaan ini berdasarkan identitas leluhur yang dilukis di dinding. "Penguasa perempuan disebutkan dalam sejumlah teks sejarah dalam situs itu."